Koneksi ke database MySQL
Koneksi ke server lokal (localhost)
c:>mysql –u nm_user –p
Enter Password : **********
Untuk user tanpa password :
c:>mysql –u nm_user
Koneksi ke server lain
c:>mysql –h ip_addr_server –u nm_user –p
Enter Password : **********
Melihat status koneksi (current_user, current_db, port, versi server dsb)
mysql>status;
Keluar dari prompt mysql>
mysql>quit;
Administrasi database meliputi
Administrasi data
meliputi : database, table, field dan record
Administrasi user dan hak akses user meliputi : pembuatan user dan password, seting privileges user
SQL - DDL
Data Definition Languange
Instruksi-instruksi SQL yang digunakan untuk membentuk dan memanipulasi struktur obyek-obyek dalam server (Database, table dan field)
Instruksi-instruksi DDL (1)
Membuat database
mysql> create database nama_db;
Menghapus database
mysql> drop database nama_db;
Melihat semua database
mysql> show databases;
Masuk ke sebuah database
mysql> use nama_db;
Instruksi-instruksi DDL (2)
Membuat table
mysql> create table (field_nm1 data_type,
field_nm2 data_type, field_nm3 data_type);
Menghapus table
mysql> drop table nama_table;
Mengganti nama table
mengganti 1 table
mysql> rename table old_table to new_table;
mengganti nama > 1 table
mysql> rename table old_table to backup_table, new_table to old_table
DDL – Editing table (1)
Mengubah nama table
mysql> alter table t2 rename t2_2;
Mengubah nama field
mysql> alter table t1 change field_a field_b int;
Menambah field
mysql> alter table t1 add f1 varchar(30);
Menghapus field
mysql> alter table t2 drop column c, drop column d;
DDL – Editing table(2)
Mengubah tipe data field
mysql> alter table t1 change f1 f1 bigint not null;
atau
mysql> alter table t1 modify f1 bigint not null;
Menambah constraint pada field
mysql> alter table t1 add index (f1);
mysql> alter table t1 add primary key (f1);
Menghapus constraint pada field
mysql> alter table t1 drop primary key;
mysql> alter table t1 drop index nm_index;
Monitoring struktur table
Melihat struktur field sebuah table
mysql> use db_name;
mysql> describe table_nm;
SQL - DML
DML (Data Manipulation Languange)
Instruksi-instruksi SQL yang digunakan untuk memanipulasi data/record pada sebuah table
Terdiri dari :
- menampilkan data : select
- menambah data : insert
- mengubah data : update
- menghapus data : delete
DML – select statement
Digunakan untuk menampilkan data (retrieve data)
Format umum
mysql> select f1,f2,f3 from t1;
sorting data :
mysql> select f1,f2,f3 from t1 order by f1;
Menampilkan semua field
mysql> select * from t1;
Membatasi jumlah data yang ditampilkan
mysql> select * from t1 limit 5;
Klausa where
mysql> select * from t1 where [kriteria1] and [kriteria2] order by f1;
DML – select (2)
menampilkan data agregasi
mysql>select pegawai, max(gaji) from t1
group by user;
mysql>select pegawai, max(gaji) from t1
group by user having max(gaji)>10;
menampilkan data relasi lebih dari 1 table
instruksi join
mysql>select * from table1,table2 where table1.id=table2.id;
mysql>select * from table1 left join table2 on table1.id=table2.id;
DML – select (3)
Tanpa referensi ke table tertentu
mysql>select 1+1;
à 2
Mereferensikan table dengan nama lain
mysql>select t1.nip, t1.nama, t2.gaji from pegawai as t1, info as t2 where t1.nip = t2.nip;
mysql>select t1.nip, t1.nama, t2.gaji from pegawai t1,info t2 where t1.nip = t2.nip;
DML – insert statement
Digunakan untuk menambah data
Format umum
mysql>insert into t1 (f1,f2,f3) values (val1,val2,val3);
insert ke semua field :
mysql>insert into t1 values (val1,val2,val3);
DML – update statement
Digunakan untuk mengedit data
Format umum
mysql>update t1 set f1=value;
edit beberapa field
mysql>update t1 set f1=value1, f2=value2,f3=value3;
DML – delete statement
Digunakan untuk menghapus data
Format umum
hapus semua record
mysql>delete from t1;
hapus record dengan kriteria tertentu
mysql>delete from t1 where [kriteria];
Administrasi user
1.SQL - DCL (Data Control Languange)
yakni grant dan revoke
2. Menggunakan statement create user
3. Mengakses table user di db mysql
dengan instruksi insert, update dan delete Setiap manipulasi table user, harus diikuti dengan instruksi :
mysql> flush privileges;
flush privileges :
menginstruksikan mysql untuk membaca ulang table user
mysql> INSERT INTO user SET Host='localhost',User='admin',
-> Reload_priv='Y', Process_priv='Y';
mysql> INSERT INTO user (Host,User,Password)
-> VALUES('localhost','dummy','');
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
DCL - Grant statement
Digunakan untuk membuat user sekaligus memberikan ijin akses user tersebut.
Format umum :
mysql>grant [ijin akses] on [db_name.table_nm] to ‘[user]’ identified by ‘[password]’;
create user [tanpa password]
mysql>grant [ijin akses] on [db_name.table_nm] to ‘[user]’;
cara ini tidak dapat dilakukan pd Server yg beropsi strict mode
create user [dengan opsi grant]
mysql>grant [ijin akses] on [db_name.table_nm] to ‘[user]’ with grant option;
Opsi with grant option,user tersebut diperbolehkan menggunakan statement grant (dapat meng-administrasi user),sejauh mana opsi tsb ?
Format nama user
Cara penulisan format user_nm :
‘nama_user’@’[lokasi]’
Contoh :
koneksi dari lokal : ‘andi’@’localhost’
koneksi dari all client (remote) : ‘rudi’@’%’
koneksi dari client tertentu : ‘amir’@’192.168.0.52’
Catatan : 1 nama user dapat di-set untuk 1 atau lebih lokasi (misalkan lokal dan remote)
Contoh :
‘root’@’localhost’ dan ‘root’@’%’
Contoh penerapan instruksi Grant (1)
create user dengan ijin akses penuh ke sebuah database
mysql>grant all privileges on datauser.* to ‘rudi’@’%’ identified by ‘bond007’;
atau
mysql>grant all on datauser.* to ‘rudi’@’%’ identified by ‘bond007’;
create user dengan ijin akses tertentu ke sebuah table :
mysql>grant select,insert,update on datauser.user to ‘edi’@’%’;
Contoh penerapan instruksi Grant (2)
create user tanpa ijin akses apapun
mysql>grant usage on *.* to ‘ali’@’%’ ;
opsi usage digunakan jika di inginkan seting privileges dilakukan setelah proses create user.
Opsi ini sama dengan instruksi :
mysql>create user ‘ali’@’%’ ;
Statement create user
Digunakan untuk membuat user tanpa ijin akses apapun
Format umum :
mysql>create user ‘[user_nm]’ identified by ‘[password]’;
Tanpa password :
mysql>create user ‘[user_nm]’ ;
Pengetesan hasil statement grant (1)
Melihat seluruh user yang terdaftar
mysql>use mysql
mysql>select host, user,password from user;
Melihat seting opsi grant seorang user
mysql>show grants for ‘ali’@’localhost’;
Melihat opsi grant untuk seluruh user mysql>use information_schema;
mysql>select * from user_privileges;
Catatan :
Hanya dapat dilakukan oleh root atau user dengan with grant option atau user dengan grant all on *.*
Pengetesan hasil statement grant (2)
Mengecek seting grant seorang user :
1.Login sebagai user tsb.
2.Lakukan monitoring database :
mysql> show databases;
3.Seharusnya db yang tampil adalah db information_schema dan db yang telah kita grant-kan ke user tsb.
4.Untuk mengecek privileges yang lebih spesifik, misalkan perintah select, update, insert, delete, apa berfungsi ? maka lakukan instruksi-instruksi SQL tersebut pada db yang di-grant-kan.
Seting password
Mengganti password untuk current user
mysql>set password=password(‘pwd_baru’);
Mengganti password untuk user lain :
mysql>set password for ‘ali’@’localhost’=password(‘pwd_baru’);
Menghapus ijin akses user
Digunakan statement DCL-revoke
Format umum :
mysql>revoke [privileges] on db_nm.table_nm from ‘[user_nm]’;
Contoh :
mysql>revoke drop,create,alter,update,delete on coba_db.* from ‘ali’@’localhost’;
mysql>revoke all on coba_db.* from ‘budi’@’localhost’;
rename user dan drop user
rename user digunakan untuk mengganti nama user
drop user digunakan untuk menghapus user
Format umum instruksi rename user
mysql>rename user ‘[old_user_nm]’ to ‘[new_user_nm]’;
Contoh :
mysql>rename user ‘ali’@’localhost’ to ‘ali07’@’localhost’;
Format umum instruksi drop user
mysql>drop user ‘[user_nm]’;
Contoh :
mysql>drop user ‘ali’@’localhost’;
Latihan administrasi user
1.Buat user dengan ijin akses setara dengan user root dan hanya dapat login dari client !
catt: beri password pada user tsb.
2. Ubah ijin akses user (no.1) hanya dapat memanipulasi (tampilkan, tambah, edit, hapus) data di sebuah DB, dan tidak boleh menambah, mengedit dan menghapus tabel !
3. Buat user dengan ijin akses hanya boleh menampilkan data dari sebuah tabel !
4.Tambahkan ijin akses ke user (no.3) sehingga user tsb. Boleh mengedit dan menghapus data
5.Buatlah 3 buah DB, dan 3 user yang memiliki ijin akses penuh ke tiap-tiap DB tsb.
contoh : DB_1 untuk user_1, DB_2 untuk user_2, DB_3 untuk user_3.
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Agustus 2009
Kamis, 16 Juli 2009
Perintah dasar pada LINUX
Ada yang masih bingung tentang linux?atau kalian masih bingung tentang perintah dasar pada linux?kali ini setsuna bakal memberi tahu perintah-perintah dasar pada linux.
@ ls
Perintah ls (LiSt) senarai berkas dalam warna berbeda dengan teks berformat penuh.
@ mkdir
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) akan membuat direktori.
@ cd
Perintah cd (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori anda sekarang ke direktori yang anda tentukan.
@ cp
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang anda tentukan.
@ rm
Perintah rm (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang anda tentukan.
@ mv
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang anda tentukan.
@ ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
@ rmdir
Menghapus direktori yang telah kosong.
@ rm -r
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux.
@ more
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
@ less
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol "q" apabila ingin keluar.
@ useradd
Membuat user.
@ Man "perintah yang diinginkan"
Untuk melihat keterangan dari perintah tersebut.
@ Logout
Untuk keluar atau masuk kembali pada root.
@ find / -name "filename"
Mencari "namafile" pada komputer anda dimulai dengan direktori.
@ &
Melihat/membaca halaman yang diinginkan.
@ shutdown -h 0
Untuk Menshutdown
@ alias "nama perintah yang diinginkan" "perintah asli"
Untuk merubah nama perintah.
@ chmod "angka biner" "nama file"
Untuk merubah akses permission.
@ huruf awal perintah lalu tab 2x
Untuk melihat perintah yang diawali dengan huruf "..."
@ shutdown -r 0
Untuk merestart komputer.
@ history
Untuk melihat perintah-perintah an dijalankan.
@ vi "nama file"
Untuk membuat file
@ tree
Untuk melihat struktur file dan direktori
@ clear
Untuk Membersihkan layar.
@ locate
Perintah locate akan mencari komputer anda untuk setiap nama berkas yang anda tentukan. Dia menggunakan indeks dari berkas dalam sistem anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, jika anda meninggalkan hidup komputer anda. Harus dijalankan dengan hak istimewa pengelolaan (lihat “Root Dan Sudo”).
@ Pindah ke mode Konsol
1.Gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 untuk pindah ke konsol pertama
2.Untuk kembali ke mode Destop, gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F7.
[Catatan]
Ada enam konsol yang tersedia. Tiap konsol dapat diakses dengan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 hingga Ctrl+Alt+F6.
@ ls
Perintah ls (LiSt) senarai berkas dalam warna berbeda dengan teks berformat penuh.
@ mkdir
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) akan membuat direktori.
@ cd
Perintah cd (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori anda sekarang ke direktori yang anda tentukan.
@ cp
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang anda tentukan.
@ rm
Perintah rm (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang anda tentukan.
@ mv
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang anda tentukan.
@ ls -al
Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
@ rmdir
Menghapus direktori yang telah kosong.
@ rm -r
(recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux.
@ more
Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
@ less
Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol "q" apabila ingin keluar.
@ useradd
Membuat user.
@ Man "perintah yang diinginkan"
Untuk melihat keterangan dari perintah tersebut.
@ Logout
Untuk keluar atau masuk kembali pada root.
@ find / -name "filename"
Mencari "namafile" pada komputer anda dimulai dengan direktori.
@ &
Melihat/membaca halaman yang diinginkan.
@ shutdown -h 0
Untuk Menshutdown
@ alias "nama perintah yang diinginkan" "perintah asli"
Untuk merubah nama perintah.
@ chmod "angka biner" "nama file"
Untuk merubah akses permission.
@ huruf awal perintah lalu tab 2x
Untuk melihat perintah yang diawali dengan huruf "..."
@ shutdown -r 0
Untuk merestart komputer.
@ history
Untuk melihat perintah-perintah an dijalankan.
@ vi "nama file"
Untuk membuat file
@ tree
Untuk melihat struktur file dan direktori
@ clear
Untuk Membersihkan layar.
@ locate
Perintah locate akan mencari komputer anda untuk setiap nama berkas yang anda tentukan. Dia menggunakan indeks dari berkas dalam sistem anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, jika anda meninggalkan hidup komputer anda. Harus dijalankan dengan hak istimewa pengelolaan (lihat “Root Dan Sudo”).
@ Pindah ke mode Konsol
1.Gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 untuk pindah ke konsol pertama
2.Untuk kembali ke mode Destop, gunakan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F7.
[Catatan]
Ada enam konsol yang tersedia. Tiap konsol dapat diakses dengan tombol jalur pintas Ctrl+Alt+F1 hingga Ctrl+Alt+F6.
subnetting
lama rasanya tidak memposting diblog ini, rasanya kangen sekali untuk berbagi ilmu dengan teman-teman semua, kali kali ini setsuna akan membagi ilmu yang setsuna dapat dari internet, sekolah, teman-teman, dan juga dari buku-buku yang setsuna baca.
Kali ini kita akan membahas tentang subnetting. Didunia LAN ini kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus:
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254 ? subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus:
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
contoh kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
contoh kasus :
misalkan kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
contoh kasus :
Sebuah perusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 ? dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
contoh kasus :
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca hal diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Contoh kasus:
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca hal diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Contoh kasus :
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
Kali ini kita akan membahas tentang subnetting. Didunia LAN ini kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus:
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask : 11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan dalah ;
130.200.0.0 - 130.200.31.254 ? subnet loopback
130.200.32.1 - 130.200.63.254
130.200.64.1 - 130.200.95.254
130.200.96.1 - 130.200.127.254
130.200.128.1 - 130.200.159.254
130.200.160.1 - 130.200.191.254
130.200.192.1 - 130.200.223.254
Contoh kasus:
Terdapat network id 130.200.0.0 dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
contoh kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya ;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
contoh kasus :
misalkan kita menggunakan kelas C dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
contoh kasus :
Sebuah perusahaan yang baru berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255 workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 – 254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 = 26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 - 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 ? dibuang
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
contoh kasus :
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti 11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca hal diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau 192.168.20.127.
Contoh kasus:
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu 192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah 11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca hal diatas yaitu dari atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Contoh kasus :
Di sebuah perusahaan manufacturing yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP 192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala /32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP (4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau 172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254 dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
Rabu, 01 Juli 2009
bikin aplikasi dengan VB
bikin program vb yuk ~__~
tapi disini setsuna make visualbasic 6.0
kali ini aku bakal ngasih contoh buat belajar program vb, kita mulai yg sederhana dlu ja ya ~__~ biar pak guru setsuna enak ngejelasinnya (guru yg bego ~__~)
sebelumnya klau belum punya prgotamnya download dulu programnya
disini
terus extract filenya, kalau udah instal dah
nah kalau udah diinstal
masuk ke program visual basic 6.0
terus pilih standard.exe

nah kalau udah
bakal muncul gambar kayak gini:

ini bagian formnya
form dibuat untuk ngasih icon-icon yg tar bisa kita gunain
nah kalau ini bagian buat ngasih scriptnya

dah kan?
kalau udah klik label (ikuti gambar aernya tuh ~__~)

kalau udah bikin label kayak gini (sebenere terserah tapi buat awal2 ikutin ja ~__~)

kalau pengen nulis liat yg setsuna blog tuh
nah kalau udah klik textbox(liat ja aernya ~__~)

terus bikin lagi yg kayak gini

udah?
klalu udah lanjutin bikin frame (liat terus aernya ~__~)

terus buat lagi kayak gini

nah kalau udah klik option button kek gambar diatas n bikin kek gini:

nah klo udah klik label lagi dan bikin kek gini:

nah klo udah klik lagi command button

n bikin kek gini:

buat ganti tulisannya ganti tulisan yg aq blok tuh
nah klo udah sekarang tinggal masukin scriptnya dah
masykin scruptnya disini (liat aernya)

nih script yg musti dimasukin
private sub option1_click()
lblkenal.caption = "Setsuna ganteng yach ^^"
lblkenal.aligment = vbCenter
lblkenal.fontsize = 20
txtkenal.text = "tapi bo'ong ^^"
txtkenal.aligment = vbCenter
txtkenal.fontsize = 20
option2.value = 0
end sub
private sub option2_click()
lblkenal.caption = "akane canyik yach ^^ ^^"
lblkenal.aligment = vbCenter
lblkenal.fontsize = 20
txtkenal.text = "akane emang cantik ^^"
txtkenal.aligment = vbCenter
txtkenal.fontsize = 20
option2.value = 0
end sub
private sub cmd aktif_click()
lblkenal.enabled = true
txtkenal.enabled = true
frmceck.enabled = true
option1.enabled = true
option2.enabled = true
cmdmerah.enabled = true
cmdkuning.enabled = true
cmdclear.enabled = true
end sub
private sub cmd form_load()
lblkenal.enabled = false
txtkenal.enabled = false
frmceck.enabled = false
option1.enabled = false
option2.enabled = false
cmdmerah.enabled = false
cmdkuning.enabled = false
cmdclear.enabled = false
end sub
private sub cmd clear_click()
lblkenal.caption = ""
txt kenal.text = ""
option1.value = 0
option2.value = 0
end sub
private sub cmdkuning_click()
lblkenal.forecolor = vbYellow
txtkenal.forecolor = vbyellow
end sub
private sub cmdmerah_click()
lblkenal.forecolor = vbred
txtkenal.forecolor = vbred
end sub
klo males copy ja tuh ~_~

nah klo scuptnye udah ditulis tinggal play dah
dan hasilnya adalah :

selesei dah program sederhana ini
n klo masih belum tahu fungsi-fungsi n maksud dari kata-kata privatesub....endsub....
dan lain-lainnya kalian bisa nyari di bahasa pemrograman pascal
~__~
laen kali kita coba bikin program yg lebih maknyus
tapi disini setsuna make visualbasic 6.0
kali ini aku bakal ngasih contoh buat belajar program vb, kita mulai yg sederhana dlu ja ya ~__~ biar pak guru setsuna enak ngejelasinnya (guru yg bego ~__~)
sebelumnya klau belum punya prgotamnya download dulu programnya
disini
terus extract filenya, kalau udah instal dah
nah kalau udah diinstal
masuk ke program visual basic 6.0
terus pilih standard.exe

nah kalau udah
bakal muncul gambar kayak gini:

ini bagian formnya
form dibuat untuk ngasih icon-icon yg tar bisa kita gunain
nah kalau ini bagian buat ngasih scriptnya

dah kan?
kalau udah klik label (ikuti gambar aernya tuh ~__~)

kalau udah bikin label kayak gini (sebenere terserah tapi buat awal2 ikutin ja ~__~)

kalau pengen nulis liat yg setsuna blog tuh
nah kalau udah klik textbox(liat ja aernya ~__~)

terus bikin lagi yg kayak gini

udah?
klalu udah lanjutin bikin frame (liat terus aernya ~__~)

terus buat lagi kayak gini

nah kalau udah klik option button kek gambar diatas n bikin kek gini:

nah klo udah klik label lagi dan bikin kek gini:

nah klo udah klik lagi command button

n bikin kek gini:

buat ganti tulisannya ganti tulisan yg aq blok tuh
nah klo udah sekarang tinggal masukin scriptnya dah
masykin scruptnya disini (liat aernya)

nih script yg musti dimasukin
private sub option1_click()
lblkenal.caption = "Setsuna ganteng yach ^^"
lblkenal.aligment = vbCenter
lblkenal.fontsize = 20
txtkenal.text = "tapi bo'ong ^^"
txtkenal.aligment = vbCenter
txtkenal.fontsize = 20
option2.value = 0
end sub
private sub option2_click()
lblkenal.caption = "akane canyik yach ^^ ^^"
lblkenal.aligment = vbCenter
lblkenal.fontsize = 20
txtkenal.text = "akane emang cantik ^^"
txtkenal.aligment = vbCenter
txtkenal.fontsize = 20
option2.value = 0
end sub
private sub cmd aktif_click()
lblkenal.enabled = true
txtkenal.enabled = true
frmceck.enabled = true
option1.enabled = true
option2.enabled = true
cmdmerah.enabled = true
cmdkuning.enabled = true
cmdclear.enabled = true
end sub
private sub cmd form_load()
lblkenal.enabled = false
txtkenal.enabled = false
frmceck.enabled = false
option1.enabled = false
option2.enabled = false
cmdmerah.enabled = false
cmdkuning.enabled = false
cmdclear.enabled = false
end sub
private sub cmd clear_click()
lblkenal.caption = ""
txt kenal.text = ""
option1.value = 0
option2.value = 0
end sub
private sub cmdkuning_click()
lblkenal.forecolor = vbYellow
txtkenal.forecolor = vbyellow
end sub
private sub cmdmerah_click()
lblkenal.forecolor = vbred
txtkenal.forecolor = vbred
end sub
klo males copy ja tuh ~_~

nah klo scuptnye udah ditulis tinggal play dah
dan hasilnya adalah :

selesei dah program sederhana ini
n klo masih belum tahu fungsi-fungsi n maksud dari kata-kata privatesub....endsub....
dan lain-lainnya kalian bisa nyari di bahasa pemrograman pascal
~__~
laen kali kita coba bikin program yg lebih maknyus
Selasa, 16 Juni 2009
PASCAL
pascal, mungkin kita pernah denger dari guru fisika/matematika, tentang ilmu pascal kan?
eiitss yang setsuna bahas kali ini bukan pascal yang itu, yang bakal kita bahas sekarang tuh salah satu bahasa
pemrograman pascal, sekilas tentang sejarah bahasa kompi nih, setsuna bakal dongeng dulu ya(kek nenek2 ae mo dongeng ~___~)
*sejarah pascal
bahasa pemrograman pascal tuh merupakan pengembangan dari bahasa ALGOL 60 kalau gak salah tuh bahasa pemrograman
untuk sains komputas(kalau gak salah ya bener ~__~)
pada jaman dahulu kala(jaman apa ya??)sekitar tahun 1960-an beberapa ahli komputer kerja buat ngembangin bahasa ALGOL,
dan salah satunya Dr.Niklaus Wirth(kalau gak salah seh, soalnye dulu pas guru aq dongeng tentang dia aq malah tidur dengan pulesnya ~___~)
dari Swiss Federal Institue of Technology (ETH-Zurich), yang merupakan anggota grub yang membuat ALGOL.
tahun 1971, beliau nerbitin suatu spesifikasi untuk highly-structured language (bahasa tinggi yang terstruktur) yang menyerupai ALGOL, dan beliau
menamainya PASCAL(mungkin dia ngefans ma tuh filsuf dan ahli matematika dari perancis tersebut ~__~)pascal bersifat oriented, yaitu programmer diberi
keleluasan buat mendefisiniin data sendiri. pascal juga merupakan teaching language(banyak dipakai buat pengajaran tentang konsep pemrograman)
*Strukur bahasa PASCAL secara umum
pascal punya struktur sebagai berikut:
1.bagian judul program
2.bagian deklarasi
*Deklarasi tipe data(TYPE)
*Deklarasi Variabel(VAR)
*Deklarasi konstanta(const)
*Deklarasi label(LABEL)
*Deklarasi sub-program (PROCEDURE dan FUNCTION)
3.bagian program utama perintah-perintah
teks pascal setidaknya punya bagian judul program, bagian deklarasi, dan bagian utama yang berupa perintah-perintah
sedang buat bagian deklarasi nyesuaiin ma isi dari program itu sendiri contoh:
program_tambah_00{menjumlahkan 2 bilangan yang nilainya diberikan dalam perintah}
var X, Y, Z:integer; {deklarasi variabel X,Y,Z sebagai bilangan bulat}
begin {program utama mulai}
X:=50; {perintah buat ngasih nilai 50 pada variabel X}
Y:=25; {perintah buat ngasih nilai 25 pada variabel Y}
Z:=X+Y; {perintah buat jumlahin X dan Y dan nimpennye ke Z}
end {akhir program utama}
dari contoh itu nilai X dan Y gak bisa sembarang, kenapa? karena didefinisikan tertentu. tapi agar nilai X da Y bisa bebas ditentukan, maka nilai X dan Y
dibaca dari default input, bingung?(aq juga nulis jadi ikut bingung ~__~)contohnye gini:
TAMBAH_01 {ngejumlahin 2 bilangan yang dibaca dari default}
var X, Y, Z: integer; {deklarasi variabel X,Y,Z sebagai bilangan bulat}
begin {program utama mulai}
read(X); {ngebaca nilai X dari keyboard}
read(Y); {ngebaca nilai X dari keyboard}
Z :=X+Y {perintah buat jumlahin X dan Y dan nimpennye ke Z}
write (Z); {menyajikan Z ke layar monitor}
end {akhir program utama}
so gimana dah ngerti?pasti bingung ya?(sama ~__~)sebenerya bahasa pascal tuh kalo menurut aku tuh bahasa dasar dari bahasa pemrograman
karena dengan hafal perintah-perintah pascal kalau kita pingin bikin suatu aplikasi contoh dari C++,PHP,VB, ato yang lainnya dari turbo pascal juga bisa sebenernya tapi susah
kita musti ngerti perintah-perintah dalam bahasa pemrograman contoh, var,dim,if,then,else, dll
jadi sekian dulu tentan pascalnya kakek capek dongengnya cu (sstt.....padahal belom tua)tar aku posting lagi pake bahasa yang gampang dimengerti deh
~___~
eiitss yang setsuna bahas kali ini bukan pascal yang itu, yang bakal kita bahas sekarang tuh salah satu bahasa
pemrograman pascal, sekilas tentang sejarah bahasa kompi nih, setsuna bakal dongeng dulu ya(kek nenek2 ae mo dongeng ~___~)
*sejarah pascal
bahasa pemrograman pascal tuh merupakan pengembangan dari bahasa ALGOL 60 kalau gak salah tuh bahasa pemrograman
untuk sains komputas(kalau gak salah ya bener ~__~)
pada jaman dahulu kala(jaman apa ya??)sekitar tahun 1960-an beberapa ahli komputer kerja buat ngembangin bahasa ALGOL,
dan salah satunya Dr.Niklaus Wirth(kalau gak salah seh, soalnye dulu pas guru aq dongeng tentang dia aq malah tidur dengan pulesnya ~___~)
dari Swiss Federal Institue of Technology (ETH-Zurich), yang merupakan anggota grub yang membuat ALGOL.
tahun 1971, beliau nerbitin suatu spesifikasi untuk highly-structured language (bahasa tinggi yang terstruktur) yang menyerupai ALGOL, dan beliau
menamainya PASCAL(mungkin dia ngefans ma tuh filsuf dan ahli matematika dari perancis tersebut ~__~)pascal bersifat oriented, yaitu programmer diberi
keleluasan buat mendefisiniin data sendiri. pascal juga merupakan teaching language(banyak dipakai buat pengajaran tentang konsep pemrograman)
*Strukur bahasa PASCAL secara umum
pascal punya struktur sebagai berikut:
1.bagian judul program
2.bagian deklarasi
*Deklarasi tipe data(TYPE)
*Deklarasi Variabel(VAR)
*Deklarasi konstanta(const)
*Deklarasi label(LABEL)
*Deklarasi sub-program (PROCEDURE dan FUNCTION)
3.bagian program utama perintah-perintah
teks pascal setidaknya punya bagian judul program, bagian deklarasi, dan bagian utama yang berupa perintah-perintah
sedang buat bagian deklarasi nyesuaiin ma isi dari program itu sendiri contoh:
program_tambah_00{menjumlahkan 2 bilangan yang nilainya diberikan dalam perintah}
var X, Y, Z:integer; {deklarasi variabel X,Y,Z sebagai bilangan bulat}
begin {program utama mulai}
X:=50; {perintah buat ngasih nilai 50 pada variabel X}
Y:=25; {perintah buat ngasih nilai 25 pada variabel Y}
Z:=X+Y; {perintah buat jumlahin X dan Y dan nimpennye ke Z}
end {akhir program utama}
dari contoh itu nilai X dan Y gak bisa sembarang, kenapa? karena didefinisikan tertentu. tapi agar nilai X da Y bisa bebas ditentukan, maka nilai X dan Y
dibaca dari default input, bingung?(aq juga nulis jadi ikut bingung ~__~)contohnye gini:
TAMBAH_01 {ngejumlahin 2 bilangan yang dibaca dari default}
var X, Y, Z: integer; {deklarasi variabel X,Y,Z sebagai bilangan bulat}
begin {program utama mulai}
read(X); {ngebaca nilai X dari keyboard}
read(Y); {ngebaca nilai X dari keyboard}
Z :=X+Y {perintah buat jumlahin X dan Y dan nimpennye ke Z}
write (Z); {menyajikan Z ke layar monitor}
end {akhir program utama}
so gimana dah ngerti?pasti bingung ya?(sama ~__~)sebenerya bahasa pascal tuh kalo menurut aku tuh bahasa dasar dari bahasa pemrograman
karena dengan hafal perintah-perintah pascal kalau kita pingin bikin suatu aplikasi contoh dari C++,PHP,VB, ato yang lainnya dari turbo pascal juga bisa sebenernya tapi susah
kita musti ngerti perintah-perintah dalam bahasa pemrograman contoh, var,dim,if,then,else, dll
jadi sekian dulu tentan pascalnya kakek capek dongengnya cu (sstt.....padahal belom tua)tar aku posting lagi pake bahasa yang gampang dimengerti deh
~___~
Langganan:
Postingan (Atom)